LAMP is not just a LAW FIRM

Indonesia’s Shrimp Industry Shifts Focus to China Amid US Tarifs

Jakarta, August 2025 – Sektor perudangan Indonesia menghadapi tantangan serius setelah Amerika Serikat mengenakan tarif impor 19% untuk udang—membuat pasar utama ini tiba-tiba menurun. Dampak dari kebijakan ini dirasakan langsung oleh pelaku seperti peternak udang di Jawa yang terpaksa membekukan rencana ekspansi mereka. (Sumber)

US merupakan pembeli utama, menyumbang sekitar 60% dari ekspor udang senilai US$1,68 miliar pada 2024. Atas desakan ini, para pemain industri kini mengalihkankan pandangan ke pasar lain: Cina — yang sebelumnya hanya menerima sekitar 2% ekspor, kini menjadi target utama. Selain Cina, pasar di Timur Tengah, Korea Selatan, Taiwan, dan Uni Eropa juga tengah didorong, dan kemungkinan segera terealisasi menangani hambatan tarif dan diversifikasi pasar.

“Indonesia plans to sell shrimp to China instead…” – kutipan yang mencerminkan respons cepat dari pemerintah dan pelaku industri terhadap guncangan eksternal (Sumber)


Mengapa Ini Penting untuk Bisnis Indonesia?

  • Risiko konsentrasi pasar: Ketergantungan berat terhadap satu negara (AS) membuat industri rentan jika terjadi perubahan kebijakan.
  • Diversifikasi ekspor sebagai strategi mitigasi: Penjajakan pasar baru seperti Cina dan Uni Eropa menjadi kunci adaptasi dan keberlanjutan.
  • Penekanan pada diplomasi ekonomi dan negosiasi perdagangan: Penting untuk menjaga akses pasar dan mengamankan posisi Indonesia di arena global.

Share

Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram
WhatsApp